Konfigurasi dasar dan Installasi paket aplikasi

 


A.   LEARNING OUTCOMES PRAKTIKUM

1.    Mampu menganalisa, merencanakan dan mengkonfiguarsi IP Address.

2.    Mampu merencanakan dan menginstallasi kebutuhan paket aplikasi.

 

 

B.   ALAT dan BAHAN

1.   Personal Computer

2.   CD Repositori Linux Debian

3.   Koneksi Internet

 

 

C.   Teori Singkat

1.    Konfigurasi IP Address

Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer    host     dalam    jaringan Internet.    Panjang    dari     angka    ini     adalah 32- bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.

Sistem pengalamatan IP ini terbagi menjadi dua, yakni:

a.    IP versi 4 (IPv4)

b.    IP versi 6 (IPv6)

Alamat IP versi 4 (sering disebut dengan Alamat IPv4) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau lebih tepatnya 4.294.967.296 host di seluruh dunia, jumlah host tersebut didapatkan dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4(karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamt IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol sehingga nilai nilai host yang dapat ditampung adalah 256x256x256x256=4.294.967.296 host, bila host yang ada di seluruh dunia melebihi kuota tersebut maka dibuatlah IP versi 6 atau IPv6. Contoh alamat IP versi 4 adalah 192.168.1.2.

 

Pada system operasi Linux Debian, konfigurasi IP Address terletak pada dua file konfigurasi yaitu :

1.  /etc/network/interfaces

2.  /etc/network/options

 

 

File /etc/network/interfaces itu memuat konfigurasi IP yang akan digunakan oleh Network Interface yang terpasang pada suatu komputer. Selain alamat IP, file ini juga menyimpan informasi tentang routing. Untuk melakukan konfigurasi IP Addres, perlu dilakukan proses editing pada file-file konfigurasi tersebut menggunakan editor text yang tersedia pada linux seperti editor nano, vi, vim, dll

Dibawah ini adalah salah satu contoh isi file /etc/network/intefaces :

Debian:~# nano /etc/network/interfaces auto lo

iface lo inet loopback

 

auto eth0

iface eth0 inet static address 192.168.1.2

network 192.168.1.0

netmask 255.255.255.0

broadcast 192.168.1.255

gateway 192.168.1.1

dns-nameservers 10.1.1.5

 

2.    Installasi Paket Aplikasi

Salah satu kelebihan dan sekaligus kekurangan dari Linux adalah macam-macam variasinya. Ini tercermin dalam bentuk distribution atau distro. Ada Debian, Redhat, Slackware, Suse, dan masih banyak lainnya, lengkap dengan turunan-turuannya. Selain perbedaan distro, ada juga perbedaan di sisi kernel-nya. Perbedaan ini ternyata menyulitkan instalasi aplikasi.

Aplikasi datang dalam dua bentuk: source code dan binary. Untuk aplikasi yang berbentuk source code, kita bisa melakukan proses perakitan (compile) sendiri. Aplikasi

 

akan terpasang di sistem kita sesuai dengan konfigurasi yang kita inginkan. Namun pendekatan ini tidak cocok untuk kebanyakan orang karena sebagian besar pengguna komputer tidak tertarik untuk jadi pengembang software. Jadi bentuk biner, yang sudah jadi, yang lebih banyak diminati.

 

DEBIAN PACKAGE

DEB adalah sebuah aplikasi yang di gunakan dalam distribusi DEBIAN beserta turunannya yang digunakan untuk mengatur paket yang terinstall pada system. secara manajemen paket menurut saya debian adalah yang terbaik di bandingkan manager paket linux lainya, fasilitas seperti DPKG, APT, APTITUDE dan SYNAPTIC (GUI VERSION) salah satu bukti nyatanya.

Berikut adalah contoh cara menginstall aplikasi pada linux debian, baik secara online maupun secara offline,

a.    secara online (APT)

-  buka terminal, masuk sebagai root

-  install aplikasi

# apt-get install namaaplikasi

-  hapus aplikasi

# apt-get remove namaaplikasi

-  finish

b.    secara offline (DPKG)

-  masuk di rektori anda menyimpan file aplikasi.deb

-  buka terminal, masuk sebagai root

-  install aplikasi

# dpkg -i namaaplikasi.deb

-  untuk membuang aplikasi

# dpkg -r namaaplikasi.deb

-  finish

 

A.   Langkah Kerja

1.    Bangun jaringan komputer yang terhubung ke internet seperti gambar berikut,

Konfigurasi dasar dan Installasi paket aplikasi





192.168.1.2        192.168.1.3

2.    Lakukan konfigurasi alamat/IP Adress pada PC kerja anda, dengan cara : 

a.    Setelah PC kerja anda dihidupkan, login sebagai ROOT

b.    Ketik “su” atau “root” lalu enter catt : tanpa tanda petik.

c.    Lalu isikan password root yang telah di isikan pada saat pertama install debian.

d.    Setelah berhasil masuk, dan terdapat tanda “#”,

e.    segera masukan perintah “cd /etc/network”

 

f.    yang artinya file                    yang akan di masukan IP terdapat pada folder etc dan pada direktori network.
g.    Kemudian masukan perintah “ls” yang berfungsi untuk melihat isi daridirektori ters ebut
h.    Setelah itu akan terlihat file                         “interfaces” dan lain sebagainya, berarti langkah ini sudah mulai berhasil.

i.    Nah, agan-agan semua, untuk setingan IP terdapat pada file interfacestersebut.

j.    Kemudian, masukan perintah lagi

k.     “#nano(space)interfaces” *perhatikan besar kecilnya huruf, karna sangat berpengaruh.

l.    Kemudian akan tampil berbagai tulisan di dalamnya.

m.    Maka langsung saja hapus semua agar tidak membingungkan bagi orang yang belajar pemula, dan gantilah isinya sebagai berikut.
auto lo
iface lo inet loopback auto eth0
iface eth0 inet static address 192.168.1.2
netmask 255.255.255.0
network 192.168.1.0
broadcast 192.168.1.255
gateway 192.168.1.1
dns-nameservers 10.1.1.5

n.      Kemudian ketik “ctrl + O lalu tekan enter”, untuk menyimpan hasil konfigurasi.

o.      Kemudian ketik “ctrl + x lalu y, enter”, untuk keluar dari editor nano.

p.    Proses    Konfigurasi    sudah     selesai, namun belum dapat digunakan.     Agar IP dapat bekerja, maka perlu direstart. Namun bukan komputernyanya yang direstart, melainkan servis networking nya. Caranya :
#/etc/init.d/networking(space)restart

q.      kemudian enter.

r.    Untuk menge-test “#ping(space)192.168.1.1”

s.    bila berhasil, maka akan ada balasan “Replay”

3.    Selanjutnya ada bisa melakukan proses installasi paket aplikasi sesuai kebutuhan baik secara offline melalui Disc Repositori maupun secara Online, berikut adalah contoh cara menginstall paket aplikasi :

-                          Pastikan anda telah berada pada mode Command Line atau Terminal.

-          Ketik ”#apt-get install openssh-server” Catt : SSH Server merupakan paket aplikasi penyediaan layanan Remote Access Mode Teks, untuk mempermudah berbagi resources system.

-          Ikuti langkah-langkah istallasi nya sampai selesai. 


Komentar

Posting Komentar